Langsung ke konten utama

Bahwa Kau dan Aku Tak Sama Lagi


Rebahkan aku di atas padang pasir luas membentang
Di bawah langit biru yang terlihat lebih dekat di pupil coklat mata
Bahwa jarak kita bukanlah sejauh jalan aspal hitam Jogja-Jakarta
Atau seluas samudera beriak di tepinya

Kau ada di tempat nun jauh
Dimana insan tak bisa menjamahnya
Uluran tanganmu hanya menimbulkan gagasan tersirat
di setiap halaman hidup
Bahwa segala kata yang kau ucap adalah
panjatan doa padanya
Segala tingkah yang kau lakukan adalah
tak sekalipun kelakuan buruk
Segala harta yang kau keluarkan sungguhlah dihargai
di kalangan mereka

Bahwa jalan lurus nan teduh terbentang jauh
di depan tubuhmu yang hitam dan kurus
Tinggallah kau turut saja rerumputan hijau di tepinya
Maka kau akan sampai di gapura bertuliskan
‘Selamat datang di Firdaus’
Bahwa kau dan aku
hanya sampai di tepi jurang ini
hanya di atas tebing besar nan keras ini aku bisa berucap
Bahwa kau dan aku
tak sama lagi


Tepi sepi, 4 Desember 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Always Positive

Beberapa hari ini ada yang mengganjal di hati gue. Pengin banget bisa ngomong unek-unek di dalam dada kepada orang yang bikin gue sakit hati. Semua ini bermula dari pertemuan gue dengan seorang teman. Seperti biasa kami saling bercerita tentang kesibukan kami. Hingga ada di suatu kala gue cerita tentang usaha gue menunggu pengumuman dari suatu perusahaan media massa yang tempo hari gue lamar. Gue memang dari dulu bercita-cita menjadi wartawan. Saat gue ketemu teman itu berarti sudah lewat delapan hari dari pelaksanaan ujian tahap terakhir di perusahaan itu. Gue memang masih berharap dan husnudzon sama Allah agar mengabulkan cita-cita gue kerja di perusahaan itu. Gue pernah baca tentang anjuran berdoa dalam keadaan yakin akan dikabulkan alias berprasangka baik sama Allah. Gue pun mencoba menerapkan untuk berprasangka baik sama Allah, berpikir positif, dan berusaha membuang jauh-jauh pikiran negatif yang mungkin bisa saja terjadi. Ya, gue memang nggak menganggap reme...

I'm Back Guys

Halo semuanya. Sudah lama ya gue nggak menulis di blog. Kapan ya terakhir? Kayaknya pas gue masih D3. FYI setelah gue lulus D3, gue lanjut kuliah lagi di jurusan S1 Ilmu Komunikasi (dan sudah wisuda kemarin Desember). Masih di Solo juga kok kuliahnya. Dulu gue nggak aktif menulis di blog karena ada beberapa hal. Yang pertama, semenjak gue kuliah di S1, gue udah lengser jadi reporter radio komunitas FiestA FM (itu bukan typo, memang tulisannya pakai huruf A kapital). Saat masih menjadi reporter, gue merasa terdorong untuk menulis karena memang tuntutan tugas. Tapi menulis blognya berpindah ke blog/web radio, bukan blog pribadi ini. Hahaha. Terlengsernya gue dari reporter membuat gue beralih sibuk menulis materi kuliah atau tugas. Alih-alih bisa menulis blog, mengerjakan tugas saja masih kurang-kurang waktu. Yang kedua karena gue mulai punya teman-teman baru dan hobi main. Sepanjang kuliah S1 kemarin, gue tinggal di kost terus, nggak seperti saat D3 yang sempat menumpang...

Aku Masih Ingin Bersamamu

Aku suka mengamati langit pagi yang selalu mekar seperti kelopak bunga yang sungguh besar dari balik jendela kamarku. Aku suka mengamati perubahan saat malam temaram menjadi cahaya terang. Tapi sungguh aku tak suka perubahan yang ada padamu, kawan. Aku suka kau yang dulu, yang selalu terbuka denganku, yang selalu menjejalkan semua masalah-masalahmu ke dalam otakku. Lihatlah aku, tak berubah sama sekali, kan? Masih seperti dulu, tak punya apa-apa, dan gampang sekali untuk dilupakan. Tapi setidaknya aku masih menjadi yang setia kepadamu. Aku masih ingin bersamamu, kawan. Bertarung menantang langit. Mendaki gunung tertinggi sekali pun. Kita bisa berlari bersama-sama melewati hutan belantara. Jangan pernah takut kelelahan, kita masih punya milyaran Joule energi untuk menyuplai tenaga kita sendiri. Atau kita juga bisa bercengkerama dengan Tuhan, mengatakan pada-Nya bahwa mimpi-mimpi kita termasuk yang patut diperhitungkan untuk direalisasikan. Di saat jutaan butir hujan yang sa...