Langsung ke konten utama

Postingan

Gara-gara Andika

Well, sudah lama nih gue nggak ngurusin blog. Emmm...apa kabar semuanyaaaa?? Baik kan? Kangen nggak sama gue? Gue yakin pasti kalian kangen. *cipok semua pembaca* *pembaca muntah berjamaah* Enaknya cerita apaan ya hari ini? Oiya, tadi sore gue baru aja ketemu mas-mas penjaga warnet yang ganteng. Gini nih ceritanya. Tadi sore sehabis pulang dari kampus, gue cari warnet di dekat rumah Bulik. (FYI gue memang rajin ke kampus. Sampai-sampai libur hari Natal pun gue masih ngeluangin waktu untuk ke kampus.) Printer di rumah Bulik nggak bisa buat ngeprint warna. Jadi gue harus ke warnet untuk ngeprint gambar. Gambar yang mau gue print itu menyangkut tugas kuliah Bahasa Indonesia. Sebenarnya gue males ngeprint gambar itu ke warnet. Karena gue yakin, gue bakalan diketawain sama penjaga warnetnya. Ini nih gambar yang mau gue print di warnet. Plis kalian mikir yang macam-macam dulu. Gue ngeprint gambar ini bukan karena gue fans fanatiknya Andika Ex Kangen Band. Ini demi tugas k...

Sisa Mimpi Semalam

Aku mengais-ais sisa mimpi semalam Semakin ke dalam Mencoba menemukan sketsamu kembali Kala itu angin berhembus Pasir putih yang membentang hanya terangkat Lalu mereka terjatuh kembali Kau datang dengan pesonamu Menyejukkan keadaan yang sangat kering Tiba-tiba saja senyum itu muncul di sudut bibirmu Senyuman yang selalu dirindukan siapa saja yang pernah melihat Lalu aku hanya tertunduk malu Semakin dalam malu kali ini Karena perlahan kau menghampiri Segera aku membawamu pergi Sebelum malam berlari sangat cepat menuju pagi yang dingin Sungguh aku merindukan saat-saat itu Entahlah sedikit asmaramu masih kau jaga atau tidak Dan sungguh kau hanya... menjadi sisa-sisa mimpiku semalam Sedikit malu banyak kerinduan, 17 Juli 2012

SUPITAN ITU ADALAH...

Gue pengen cerita di sini. Tapi ini cerita pribadi gue. Entah menarik atau enggak. Yang jelas butuh ekstra Kamehame dan dorongan awan Kinton untuk mengungkapkan cerita ini. Tapi karena hasrat dalam setiap nadi gue terus bergejolak, gue mau deh berbagi cerita sama kalian. Simak yaaa… Bentar deh yik. Kalo gak menarik, ngapain juga nge- share cerita disini? | Eh lo ngapain ngatur-ngatur gue? Ini blog punya siapa? | Punya lo.. | Yang bayar modem pulsa buat nge- share tulisan di sini siapa? | Elo juga... --" | Yaudah!! Terserah gue dong mau tulis apa di sini! Sompret lo! | -_____- Oke, gue mulai ya. Pelajaran yang paling gue suka selama duduk di bangku SMA adalah pelajaran bahasa. Entah itu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Jawa, bahasa hewan, bahasa lelembut, atau bahasa tubuh…  Pokoknya gue suka semua bahasa. Minggu yang lalu Pak Tulus, guru pelajaran bahasa Jawa, memberi tugas pada murid-muridnya untuk browsing di internet tentang upacara-upacara adat...

Dua Jam Bersama Poconggg

Bisa nonton Poconggg Juga Pocong itu rasanya kayak ngebelah atmosfer bumi, terbang ke atas nyampe ke bintang, dan tiba-tiba ada babon terbang nggak jauh dari gue. Lompat aja deh gue ke leher babon yang bulu-bulunya mirip banget sama sulak (bukannya sulak emang dari bulu ayam ya?). Yeah, akhirnya gue bisa nonton PJP juga. METAAAAL   \m/. Setelah bertahun-tahun gue nunggu, setelah seminggu penuh gue berkutat dengan UAS yang sampe sekarang bikin gue galau, setelah gue bisa makan ayam bakar, setelah gue bisa bakar menyan, setelah gue ngelahap kembang... ARGGGHH!!! Sebenernya di sekolah masih banyak acara. Masih ada classmeeting, ngrencanain foto butah, ngumpulin tugas-tugas yang sampe UAS selesai belum kelar-kelar juga, dan yang paling penting nan wajib dilakukan adalah...nggosip!! Biasalah, anak cewe (Lo cewe Sar? Gue kira babon! *kagak usah ketawa!*). Dengan pede yang setinggi mercusuar di Pantai Pandansari, gue berangkat sekolah pukul 10 pagi. Sampe di sana, temen-temen gu...

Mungkinkah Kau Kembali

Ayah, tengoklah ke belakang lihatlah ke kursi itu seseorang telah menunggumu dua jam dia telah menunggumu Ayah, hampirilah dia mungkin saja dia sangat ingin bertemu denganmu mungkin saja itu sangat penting Tapi ayah, aku tak tahu kalau dia adalah Izrail sungguh aku tak tahu dan mungkinkah kau sebentar saja kembali untukku? Tepi sepi, 13 Februari 2011

Sinarilah Aku

Matahari, sinarilah aku agar aku bisa terus bergerak mendekati bintangku menuju planet-planet lain yang selalu berotasi mengambil asteroid yang melayang-layang menghentikan laju komet hingga aku sampai ke galaksi lain Matahari, sinarilah aku agar aku juga bisa menyinari sekitarku menebarkan kehangatan menebarkan energi positif kepada setiap insan Matahari, sinarilah aku Tepi sepi, 13 Februari 2011

Kegentingan Hati

Terlalu lama aku terkurung Dalam cemburu yang terus menderu Saat mencoba kembali ke jalan yang telah lalu Di situlah ingatan terus menghantu Dakian gunung yang selama ini kulakukan Hanya menghasilkan perih Sangat perih Hingga aku tak ingat lagi Bagaimana saat aku merasa tak sakit Andai dulu aku diberi kesempatan Untuk mengambil haluan Takkan pernah aku bertemu denganmu tentunya Dan haluan itu hanya membayangi saja Sampai aku tak tahu jalan pulang Musnahlah kau dari pikiranku Hilanglah kau dari ingatanku Izinkan aku untuk melupakanmu Tepi sepi, 8 Februari 2011

Gerimis Bulan Oktober

Aku rindu pada gerimis bulan Oktober Kala tanah selalu basah Kala sungai penuh dengan air yang mengurai Aku menunggu gerimis bulan Oktober Kala siang yang terik mulai menyerang Kala ubun-ubun mulai menguap Aku masih menunggu gerimis bulan Oktober Kala zaman telah berubah Kala orang sudah bisa menurunkan hujan sendiri dengan pesawat ataupun helikopter Kala orang sudah cerdas menciptakan teknologi-teknologi modern Masih Dan aku tetap menunggu gerimis bulan Oktober Walaupun hujan telah turun di bulan September

Bahwa Kau dan Aku Tak Sama Lagi

Rebahkan aku di atas padang pasir luas membentang Di bawah langit biru yang terlihat lebih dekat di pupil coklat mata Bahwa jarak kita bukanlah sejauh jalan aspal hitam Jogja-Jakarta Atau seluas samudera beriak di tepinya Kau ada di tempat nun jauh Dimana insan tak bisa menjamahnya Uluran tanganmu hanya menimbulkan gagasan tersirat di setiap halaman hidup Bahwa segala kata yang kau ucap adalah panjatan doa padanya Segala tingkah yang kau lakukan adalah tak sekalipun kelakuan buruk Segala harta yang kau keluarkan sungguhlah dihargai di kalangan mereka Bahwa jalan lurus nan teduh terbentang jauh di depan tubuhmu yang hitam dan kurus Tinggallah kau turut saja rerumputan hijau di tepinya Maka kau akan sampai di gapura bertuliskan ‘Selamat datang di Firdaus’ Bahwa kau dan aku hanya sampai di tepi jurang ini hanya di atas tebing besar nan keras ini aku bisa berucap Bahwa kau dan aku tak sama lagi Tepi sepi, 4 Desember 2011

Sitty Bukan Siti

Rabu, 16 November 2011 Gara-gara hari ini, hari-hariku di kelas XII ini jadi semakin berkesan. Saking berkesannya, aku tertawa sepanjang hari. Dan kalian tahu setiap keceriaan itu berakhir dengan apa? Ya, pasti berakhir dengan kesedihan. Karena di balik canda tawa pasti ada tangisan dan sebaliknya, di balik tangisan pasti ada canda tawa. Ini bermula ketika Bu Murtinem, guru Bahasa Indonesia,  memberi materi pelajaran tentang periodesasi sastra. Beliau menjelaskan tentang penulis yang bernama Abdul Moeis dengan karyanya yang berjudul Siti Nurbaya. Setiap mendengar nama Siti, teman-temanku selalu heboh. Mereka seperti sangat terkesan menyadari bahwa namaku dan nama dalam tokoh novel itu mirip. Tapi menurutku itu biasa aja. Mereka aja yang melebih-lebihkan. Memiliki nama Siti Jauharoh Kartika Sari cukup membuatkumerasa  bangga. Tapi tidak dalam hal sekarang. Teman-temanku selalu menyangkutpautkan nama tokoh novel Siti Nurbaya dengan namaku. Apa lagi Arif, dia paling be...